Selasa, 07 Oktober 2014

PEDOMAN BUDIDAYA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus)

Oleh : Jumali, SP.
Penyuluh Kehutanan Kab. Sleman

 

 

I.    Pendahuluan

Tanaman  durian  merupakan  tanaman  buah  berupa  pohon. Tanaman durian semula berupa tanaman liar yang berasal dari hutan Malaysia,Sumatra, dan Kalimantan. Buah durian sangat digemari hampir semua orang dan sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad VII Masehi. Buah durian  rasanya manis,  harum  dengan  warna  dagingnya putih  sampai kekuningan dan banyak mengandung kalori, vitamin, lemak dan protein. Di Thailand budidaya tanaman durian sudah dilakukan secara intensif dalam kawasan berbentuk kebun yang cukup luas, sedang di Indonesia pada umumnya masih berupa tanaman yang di tanam di pekarangan. Manfaat tanaman durian selain diambil buahnya, pohonnya dapat dipakai sebagai pencegah erosi di lahan yang miring, batangnya dapat digunakan sebagai  bahan tinggi,  sehingga bangunan,  bijinya  mempunyai  kandungan  pati  cukup dapat  dipakai  sebagai  alternatif  pengganti  makanan, kulitnya dapat dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus.

II.    Syarat Tumbuh

a.    Iklim.
Durian tumbuh dengan baik di daerah tropika basah dengan curah hujan > 2.000 mm/tahun dan tersebar merata sepanjang tahun dengan lama bulan basah 9-10 bulan/tahun dan 1-2 bulan kering  sebelum berbunga. Intensitas cahaya 40-50%, dengan suhu 22-30ÂșC.
b.    Ketinggian Tempat.
Ketinggian tempat yang baik antara 100-500 M dpl, jika ditanam pada daerah yang lebih tinggi akan menurunkan mutunya.
c.    Tanah.
  1. Tanaman durian akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5-7 dan optimum pada pH 6-6,5.
  2. Kondisi drainase lahan harus baik, dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm dan 150-200 cm, karena akar durian sangat peka (busuk)  bila terendam air.
  3. Tanah grumosol dan andosol cocok untuk tanaman durian.
  4. Tanah subur dan kaya kandungan bahan organik.


III.    Budidaya

a.    Pengolahan lahan.
  1. Lahan dibersihkan dari rerumputan, sisa tebangan, tanaman liar, kemudian dibajak/dicangkul
  2. Di sekitar kebun perlu dibuat saluran drainase guna menghindari adanya genangan.
  3. Kegiatan pengolahan lahan dilakukan sebelum musim hujan.
b.    Penanaman.
  1. Jarak tanam 10 x 10 M untuk jenis durian genjah, dan 12 x 12 M untuk jenis durian sedang dan dalam.
  2. Lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau  disesuaikan  dengan  jenis  tanah  dan  kondisi  lahan,  tanah galian bagian atas (20 cm) dipisahkan dengan tanah galian bagian bawah dan dibiarkan selama 2-3 minggu.
  3. Lubang  tanam  ditutup  kembali,  dengan  tanah  galian  atas  lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur dengan pupuk organik/pupuk kompos sebanyak +  30 kg/lubang.
  4. Penanaman dilakukan awal musim hujan pada sore hari agar bibit yang sudah ditanam tidak langsung terkena matahari.
  5. Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat pada batang kayu/bambu agar tanaman dapat tumbuh tegak lurus.
  6. Bibit    yang sudah ditanam sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sengatan matahari curah hujan yang lebat. Naungan dapat dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan.
  7. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, agar kelembaban tanah dapat stabil.
c.    Pemeliharaan.
  1. Penyiangan, dilakukan   untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman (1 m dari batang pohon) yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman.
  2. Penyiraman, hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Tahap  awal  pertumbuhan  penyiraman  dilakukan  setiap  hari pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah).
  2. Kebutuhan air pada masa vegetatif 4-5 L/hari dan pada masa produktif 10-12 L/hari.
  3. Setelah  tanaman  berumur  satu  bulan  penyiraman  dilakukan 3x/minggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kalau kekurangan air dapat mengakibatkan kerontokan buah.
  4. Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen karena diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal kembali.
     3.  Pemupukan   pada   tanaman   yang   belum   berbuah, dilakukan dengan dosis sbb:
     a.  Pemupukan  NPK  (15:15:15)  dilakukan  2  kali/tahun,  dengan dosis sbb:
  1. Tanaman  umur  1  tahun,  dosis  pupuk  NPK  40  -  80  gr/pohon/tahun.
  2. Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 - 300 gr/pohon/tahun.
  3. Tanaman umur 3 - 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 - 600 gr/pohon/tahun.
     b.  Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.
    4.   Pemupukan  pada  tanaman  yang  sudah  menghasilkan/berbuah, dengan dosis/pohon sbb :
  1. Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr
  2. Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr
  3. Dua bln setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr
  4. Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr
  5. Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr,  KCl 150gr.
   5. Cara memupuk, dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan    dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan.  Apabila  tanah  dalam  keadaan  kering segera lakukan penyiraman.
     6.  Pemangkasan akar.
  1. Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman  sampai  40%  selama    1  musim.  Selama  itu  pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah,  buah lebih keras dan lebih tahan lama.
  2. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil
  3. tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari panen berkurang dan pertumbuhan terhambat.
  4. Cara pemotongan: kedua sisi barisan pangkal batang.
     7.  Pemangkasan bentuk, dilakukan dengan :
  1. Tanaman sudah berumur 1 tahun.
  2. Pelihara satu batang utama, potong calon cabang primer yang tidak diinginkan (cabang dengan pertumbuhan terlalu panjang, tidak normal atau terserang hama & penyakit), cabang-cabang primer terpilih diatur jaraknya sekitar 40-60 cm.
  3. Pertumbuhan    cabang    diarahkan    supaya    mendatar    atau membentuk sudut sekitar 90 derajat dengan batang utama, dengan mengikat pucuk cabang dengan tali yang diberi pemberat.
  4. Tunas-tunas    liar    yang    tumbuh    di    cabang    terpilih    harus dipangkas dan sisakan 1-2 cm dari pangkal cabang.
  5. Tinggi  tanaman  dipertahankan  sekitar  4  m  dari  permukaan tanah dan cabang terendah berjarak 0,7-1 m dari permukaan tanah.
  6. Oleskan  pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida
     8.  Pemangkasan pemeliharaan, dilakukan dengan :
  1. Tanaman sudah mulai berproduksi pertama
  2. Memangkas cabang bersudut kecil, cabang dan ranting yang terserang hama & penyakit. Pemangkasan ranting pada cabang besar/produktif dibersihkan dengan menyisakan 1/3 bagian ujung
  3. Memangkas cabang/tunas liar yang tumbuh    tidak    pada tempatnya
  4. Memangkas dahan dan ranting yang rapat, bersilangan atau tersembunyi/terlindung
  5. Memangkas dahan dan rantingyang lemah serta tajuk bagian atas yakni turun 1 ruas pada ujung ranting (terminal)
  6. Memangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk atau ke arah bawah
  7. Pertahankan ketinggian optimal 3-4 m atau 5-6 m
  8. Oleskan pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida
     9.  Penyerbukaan buatan, dilakukan dengan :
  1. Mengumpulkan serbuk sari dalam kantong plastic bersih dengan menggoyang-goyangkan bunga atau disapu dengan kuas halus
  2. Melakukan penyerbukan buatan pada malam hari jam 19.00-21.00,  dengan  mengoleskan  serbuk  sari  ke  kepala  putik memakai kuas halus
   10.  Penjarangan buah. Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dilakukan secara :
a.    Penjarangan secara mekanis, dilakukan :
  1. Pada saat buah sebesar bola tenis dengan menyisakan tiap dompol 1-2 buah dengan bentuk normal, sehat dan bebas dari hama & penyakit,
  2. Buah  tidak  saling  bersinggungan  dengan  membuat  jarak antara dompol dalam satu cabang 20-30 cm.
b.    Penjarangan  kimiawi,  yaitu  dengan  menyemprotkan  hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga  yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya.

d.    Hama dan Penyakit.
1.    Hama
a)    Penggerek buah (Jawa : Gala-gala), bagian yang diserang buah.
Gejala, buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini
•    pengasapan   di   bawah   pohon   pada   sore   hari   untuk mengusir imago
2)    Mekanis yaitu, mengumpulkan buah yang terserang hama dan gugur untuk dimusnahkan/dikubur
3)    Biologis yaitu, menggunakan semut rang-rang untuk mengusir imago atau menggunakan musuh alami lain yaitu lalat Tachinidea (Argyroplax basifulfa), Ventura, sp.
4)    Kimiawi  yaitu,  penyemprotan  insektisida,  seperti  Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.
b)    Lebah mini, gejala, bagian yang diserang ranting dan daun.
Gejala: penggerekan ranting-ranting muda dan memakan daun- daun muda. Pengendalian yaitu,  menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40   EC   (Triazofos   420   gram/liter),   dan   insektisida,   seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).
c)    Ulat penggerek bunga.
Gejala  :  kuncup  bunga  terserang  akan  rusak  dan  putiknya banyak yang berguguran, benang sari dan tajuk bunga rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat.
Pengendalian yaitu, menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40     EC, Nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).
d)    Kutu loncat durian, bagian yang diserang daun.
Gejala : kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh  permukaan daun  sehingga mengundang  semut-semut bergerombol.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu, dilakukan sanitasi kebun terutama daun kering
2)    Mekanis  yaitu,  daun  dan  ranting-ranting  yang  terserang dipangkas dan dimusnahkan
3)    Kimiawi yaitu,   menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.
e)    Penggerek batang dan cabang.
Gejala : adanya lubang kecil bekas gerekan pada batang, dahan atau ranting dan mengeluarkan cairan dan kotoran berwarna kemerahan,  akibatnya  tanaman  kering,  daun  layu/rontok  dan mati.
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis, sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang seperti tanaman jeruk, kopi, kakao, sirsak dll.
2)    Mekanis, memotong bagian tanaman yang terserang 5 cm di bawah lubang gerek, kemudian membakarnya supaya larva mati atau memasukkan kawat ke dalam lubang gerekan sehingga larva mati karena tertusuk kawat.
3)    Biologis, menggunakan musuh alami yaitu Brazon zeuzerae (fam. Tachinidea) dan cendawan Beauveria bassiana.
4)    Kimiawi, aplikasi parafin karbolinium plantarum dengan dosis 2  cc/L  atau  menginfus  tanaman  menggunakan  insektisida sistemik melalui batang atau ujung akar.
f)    Rayap, bagian yang terserang batang.
Gejala : adanya alur atau terowongan dari tanah yang menempel di batang.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,    membersihkan kebun dari sisa bonggol kayu atau gulma dan membersihkan batang tanaman dari alur/terowongan rayap
2)    Kimiawi  yaitu, menggunakan  Furadan  disekeliling   pohon dengan dosis 30-50 gr/pohon atau aplikasi insektisida Decis 2,5 EC, Diazinon 600 EC sesuai dosis anjuran.
g)    Kumbang daun dan buah muda.
Gejala : adanya perubahan warna pada bagian yang terserang (warna perunggu) serta permukaan atas daun terdapat bercak berwarna kekuningan.
Pengendalian dilakukan dengan cara:
1)    Biologis,  menggunakan  musuh  alami  predator  dari  Fam. Coccinellidae dan Chrysophidae.
2)    Kimiawi,  aplikasi  akarisida  Antimit  570  EC  (bahan  aktif progargit) dosis 7 cc/liter.
h)    Penggerek biji.
Gejala  :  lubang  pada  kulit  buah  kemudian  masuk  ke  dalam daging buah hingga ke dalam biji.
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :
1)    Kultur   teknis   yaitu,   memusnahkan   buah   dan   biji   yang terserang
2)    Mekanis yaitu,
•    membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini
•    pengasapan   di   bawah   pohon   pada   sore   hari   untuk mengusir imago
3)    Kimiawi yaitu, penyemprotan dengan insektisida terdaftar dan berijin, dilakukan setelah tanaman selesai berbunga.
i)    Kutu dompolan, bagian yang terserang bunga dan buah.
Gejala : bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    Pemupukan dan pengairan yang seimbang, sesuai rekomendasi
•    hindarkan tanaman durian dari tanaman inang hama
2)    Mekanis  yaitu,  sanitasi  lingkungan  dengan  memusnahkan bagian tanaman yang terserang  dan membersihkan gulma di sekitar tanaman durian
3)    Biologis yaitu,
•    pemanfaatan musuh alami seperti semut hitam, cendawan parasit Empusa fresenil, atau predator Cryptolaemus montrouzieri
•    penggunaan insektisida botani seperti larutan umbi bawang putih dicampur cabai
4)    Kimiawi yaitu,
•    aplikasi  insektisida  bila  dijumpai  kerusakan  buah  20% setelah penjarangan ketiga
•    mencegah datangnya semut yang membawa kutu, dengan cara melilitkan kain, yang telah dibasahi insektisida, pada batang/cabang tanaman.
j)    Tupai, bagian yang terserang buah.
Gejala  :  bagian  permukaan  kulit  buah  rusak  sampai  bagian daging buah.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Mekanis yaitu,
•    melakukan pembersihan tanaman terutama pada bagian yang menjadi sarang tupai
•    mengusir tupai dengan cara gropyokan, perangkap,atau menembak dengan senapan angin
2)    Kimiawi yaitu, dengan umpan buah-buahan yang sudah diberi racun, seperti Klerat atau Furadan.
2.    Penyakit
a)    Phytopthora parasitica dan Pythium complectens, bagian yang terserang buah.
Gejala : daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua; cabang pohon kelihatan sakit dan ujung- ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang  di  bawahnya;  kulit  di  atas  permukaan  tanah  menjadi coklat dan membusuk; pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang; dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk
•    upayakan  drainase yang  baik  agar  tanah  tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan
2)    Mekanis yaitu, pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar.
b)    Kanker batang.
Gejala  :  kulit  batang  durian  yang  terserang  mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam  sampai ke kayu; daun-daun rontok  dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu :
a)    Perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir di permukaan tanah
b)    menanam tanaman yang tahan terhadap penyakit tersebut
c)    memangkas daun yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban kebun
d)    melakukan rotasi tanaman
e)    melakukan  pemupukan  dengan  pupuk  organik/kandang yang dicampur kapur dan mengupayakan pH tanah 6,5
2)    Mekanis yaitu,  eradikasi tanaman sakit parah/mati, kulit yang sakit dikerok/dibuang sampai bagian yang sehat kemudian dibakar. Luka kerokan dibuat oval meruncing di bagian tas dan bawah sehingga luka cepat tertutup. Luka kerokan kemudian diolesi fungisida dan ditutup dengan karbolinum
3)    Biologis    yaitu,    aplikasi    jamur    antagonis,    Trichoderma harzianum, ke permukaan tanah
4)    Kimiawi yaitu, mengkored/mengupas kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya Difolatan 4 F 3%.
c)    Jamur upas, bagian yang diserang cabang tanaman.
Gejala : pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang- benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu    dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu, memangkas bagian tanaman yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban
2)    Mekanis  yaitu,  jika  jamur  sudah  membentuk  kerak  merah jambu sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah ke bagian yang berjamur dan dimusnahkan
3)    Kimiawi,
•    Melumasi cabang yang terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM
•    menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.
d)    Busuk buah.
Gejala awal serangan terdapat bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk pada bagian yang  terserang  terbentuk  miselium  dan  sporangia  berwarna putih.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    Perbaikan drainase supaya tanah tidak terlalu basah/lembab
•    areal pertanaman dibersihkan dari tanaman inang patogen seperti pepaya, nenas, jeruk dan coklat
2)    Mekanis yaitu,
•    memangkas daun dan dahan yang kurang diperlukan untuk mengurangi kelembaban
•    pemusnahan buah yang terserang penyakit
•    menghindari buah hasil panen bersentuhan dengan tanah
•    tinggi cabang terbawah minimal 1 m.
e)    Busuk akar.
Gejala : timbulnya bercak nekrotik pada akar lateral dimulai dari bagian  ujung;  pada  tingkat  serangan  yang  tinggi,  di  atas permukaan tanah terdapat ujung cabang pohon yang mati, diikuti dengan berkembangnya dari cabang  di bawahnya,  daun  layu dan gugur.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    perbaikan drainase agar tanah tidak terlalu lembab/basah
•    penggunaan batang bawah yang tahan penyakit
2)    Mekanis yaitu,
•    menghindari luka mekanis pada bagian akar dan pangkal batang pada waktu pemeliharaan tanaman
•    membongkar (eradikasi) tanaman yang terserang berat dan akarnya dimusnahkan
3)    Kimiawi yaitu, menggunakan fungisida sistemik dengan cara dikocorkan atau diinfuskan ke akar
f)    Bercak daun.
Gejala  :  adanya  bercak-bercak  kecil  basah  pada  daun  yang semakin melebar, daun kemudian mengering dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu, memperlebar jarak tanam.
2)    Kimiawi yaitu, penyemprotan fungisida dan penyiraman yang teratur sejak dari pembibitan

IV.    Daftar Pustaka

Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Depatemen Pertanian, 2006. Standard Operating Procedure (SOP) Durian Sitokong, Kabupaten Kutai Kertanegara
Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2010. Standard Operating Procedure (SOP) Durian Kajang, Kabupaten Tanggamus
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2000. Tentang Budidaya Pertanian Durian (Bombaceaesp).

 Sumber : http://bp2sdmk.dephut.go.id/emagazine/index.php/teknis/21-pedoman-budidaya-tanaman-durian-durio-zibethinus.html

Senin, 04 Agustus 2014

Cash Back Forex

 
 

       Dalam memulai trading selain pengetahuan mengenai strategi dalam trading/bertransaksi diperlukan juga Broker yang sesuai dengan gaya trading kita, namun terkadang kita ragu dengan kredibilitas Broker yang akan kita gunakan. Disini kami berusaha membantu memberikan informasi mengenai broker broker yang layak anda gunakan, dan anda juga akan memperoleh rebate dari trading/transaksi yang anda lakukan. Trading bersama broker pilihan anda dan mendapatkan rebate dari Cash Back Forex layak untuk anda dapatkan.
Silahkan daftar di sini.


Selasa, 01 Juli 2014

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.
Cara membuat pupuk organik cair

Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.
Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.
Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.
Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

 http://www.alamtani.com/pupuk-organik-cair.html
 http://alonrider.wordpress.com/2009/05/28/komposter-jerigen/
 http://pesonaagro.wordpress.com/2013/06/25/membuat-pupuk-cair-organik-sendiri/
 http://thlbanyumas.blogspot.com/2011/11/cara-pembuatan-pupuk-organik-cair-poc.html
 http://flashdetik.blogspot.com/2012/05/pembuatan-pupuk-kompos.html

Minggu, 26 Mei 2013

Memulai Trading Forex

1. Memiliki Email.  

2. Memiliki Rekening Bank.

3. Siapkan Scan :

a. Bukti Identitas (KTP/SIM/Passport) yang masih berlaku.
b. Bukti Alamat (Tagihan Listrik, PDAM, telpon rumah, HP pasca bayar, Kartu Kredit, Asuransi, Cover   Buku Tabungan, Rekening Koran, atau Perjanjian Sewa Rumah) yang menyatakan/membuktikan alamat yang digunakan di aplikasi ini. Dokumen yang digunakan sebagai bukti alamat
harus baru, tidak boleh lebih dari 3 bulan!  

4. Daftar pada salah satu broker yang anda kehendaki.

5. Selamat mencoba.......




Sabtu, 21 April 2012

Menghadapi Permasalahan Trading


From The Warrior
 
Buat dan Simpan Jurnal Trading
Kebanyakan individual trader enggan melaporkan kecurangan sekiranya ada, karena tidak memiliki catatan trading yang rinci. Trading record sangat berguna untuk menjadi alat bukti saat merasa "dikadali", order yang tidak dipenuhi semestinya, atau log trading dihilangkan. Kasus-kasus seperti ini banyak terjadi, dan salah satunya menimpa seorang trader dari Iran yang mampu mengelola modal awal sebesar US$ 100 menjadi US$ 8,000 dalam waktu seminggu pada Desember 2008 lalu. Brokernya (In**) tidak mengakui profit yang dibuat, dan berupaya menghilangkan record file transaksi. Beruntung trader Iran tersebut menyimpan log file dari platform MT4 dan menjadikannya alat bukti, sehingga broker tidak berkutik dan memberikan seluruh profit serta modal awal kepada kliennya itu. Jadi ada baiknya anda membuat copy secara berkala dari log file yang ada pada platform trading anda dan menyimpannya pada folder lain. Selain itu upayakan untuk selalu mengambil screenshoot setiap kali entry/exit, cause you never know when you need it most.
 
Laporkan Jika Terjadi Kecurangan
 
Kita dapat melaporkan jika terjadi kecurangan pada lembaga yang berwenang seperti NFA di US, FSA di UK, FINMA Swiss, atau menggunakan jasa http://www*forexpeacearmy*com/. Forex Peace Army sebuah organisasi non-profit yang didirikan sesama trader. Jangan melakukan dealing dengan broker yang bukan member dari lembaga resmi, kunjungi situs NFA, FSA, dan CFTC untuk memperoleh informasi yang lebih akurat.
      Trimakasih sudah mengijinkan untuk copas di blog saya, semoga ini bermanfaat buat teman2 suatu saat nanti.

Minggu, 18 Maret 2012

Memahami “The Cashflow Quadrant” karya Robert T Kiyosaki




     Robert T Kiyosaki adalah penulis buku Rich Dad Poor Dad, dan The Cash Flow Quadrant yang menjadi best seller di seluruh dunia. Karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan menjadi panduan penting bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha dan investor.
“Banyak orang bergumul dengan kesulitan finansial, yang sebenarnya disebabkan mereka bertahun-tahun sekolah tapi tidak belajar apapun tentang uang. Hasilnya, orang bekerja untuk mendapatkan uang, dan tak pernah belajar bagaimana memiliki uang yang bekerja untuk mereka,”demikian ujar Robert dalam buku Rich Dad Poor Dad.
Robert adalah generasi keempat keturunan Amerika Jepang, yang lahir di besarkan di Hawaii. Ia berasal dari keluarga pendidik yang terkenal. Ayahnya seorang kepala Pendidikan untuk negara bagian Hawaii. Selepas SMU, Robert melanjutkan pendidikannya di New York dan setelah lulus, ia bergabung dengan US marine Corp dan pergi ke Vietnam sebagai perwira dan pilot helikopter yang bersenjata. Sekembalinya dari perang, karier bisnis Robert dimulai. Tahun 1977 dia mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi dompet surfer dari velcro dan nilon yang pertama ada di pasaran, dan berkembang menjadi bisnis yang menghasilkan jutaan dollar.
Tahun 1985 ia mendirikan sebuah perusahaan pendidikan internasional yang beroperasi di tujuh negara, mengajarkan bisnis dan investasi kepada puluhan ribu orang.
Pada umur 47 tahun Robert melakukan sesuatu yang paling ia sukai, berinvestasi. Bisnis Robert adalah real estate dan mengembangkan perusahaan-perusahaan kecil. Namun gairah sejatinya adalah mengajar. Dia diakui sebagai pembicara hebat tentang pendidikan finansial dan tren ekonomi. Karyanya telah mengubah dan memberi inspirasi kepada jutaan orang di seluruh dunia.
     Pesan Rober sangat jelas,”bertanggungjawablah atas keuangan anda atau hanya menerima nasib sepanjang hidup anda. Anda menjadi tuan atas uang atau budak uang. Terserah anda memilihnya.”
Berulang kali, dalam ceramah maupun dalam bukunya, Robert selalu mengajarkan agar kita jangan bekerja untuk mencari uang, tapi berusahalah agar uang bekerja untuk kita. Bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad maupun The Cashflow Quadrant dengan penuh semangat dan dengan cara yang mudah dipahami, ia mengajarkan bermacam kiat agar kita menjadi kaya, dalam arti uang bekerja untuk kita, bukan kita bekerja untuk uang.
     Casflow Quadrant
     Karya Robert yang paling dikenal adalah membagi kategori hidup orang berdasarkan sumber penghasilan ke dalam 4 kuadran, yakni kuadran I E (employee/pegawai), Kuadran II S (Self Employed/pekerja lepas), Kuadran III B (business Owner/pemilik usaha), dan kuadran IV I (Investor/penanam modal).
Robert mengatakan, kebanyakan dari kita berpotensi memperoleh penghasilan dari keempat kuadran. Contoh kasus seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit dengan jabatan direktur, memiliki klinik spesialis anak, dan punya usaha perkebunan. Sebagai direktur rumah sakit, sang dokter ada di kuadran I (E), namun sebagai seorang ahli penyakit anak, ia bertindak sebagai self employed (S). Ia juga memiliki usaha perkebunan, yang berarti seorang business owner (B). Bisa jadi dokter itu juga melakukan investasi di sektor properti atau yang lainnya yang berarti masuk ketagori kuadran IV.
Nah sang dokter adalah orang yang lengkap hidupnya karena mengalami hidup dalam kuadran I-IV.
Pesan-Pesan Ayah kaya
     Jadi sebenarnya kita diberi ajaran 4 kuadran, untuk memilih salah satu atau bisa juga semuanya. Robert memang menganggap kuadran E sebagai yang paling miskin, dan Investor menjadi paling kaya.
Dalam bukunya yang terkenal itu Robert menggambarkan dirinya sebagai seorang yang lahir dari keluarga pegawai yang menghendaki Robert supaya belajar tekun bekerja di perusahaan atau pemerintah dan mendapat gaji baik dan sejumlah tunjangan dan uang pensiun. Sementara ia mengenal seorang teman yang sangat dekat dan ayahnya seorang kaya raya dan dermawan.
Ayah kaya (Rich Dad) itulah yang menarik perhatian Robert, hingga ia bisa belajar bagaimana mendapatkan kekayaan dengan cara yang cerdas. Dalam uraiannya, ayah kaya adalah seorang investor yang mengajarkan kepada Robert bagaimana menjadikan uang bekerja untuk robert.
Robert akhirnya memang benar-benar berhasil menjadi seorang yang kaya dengan menjadi investor.
Buku Ricd Dad maupun The Cashflow Quadrant menjanjikan kepada pembaca bahwa untuk menjadi kaya, seorang harus pindah dari kuadran kiri yakni seorang E dan S menjadi B atau I.
Seorang pekerja adalah seorang yang sangat tergantung kepada perusahaan. Hidupnya kelihatan enak, tapi sesungguhnya sangat beresiko. Seorang S bisa bekerja sendiri, masalahnya ia akan sangat tergantung kepada keahliannya.
Contohnya seorang dokter buka praktek. Ia bekerja siang malam melayani pasien karena banyaknya pasien di wilayahnya. Ia sangat terkenal di seluruh kota. Masalahnya ketika ia berlibur ia tidak bisa mendapatkan apa-apa.
     Sementara jika kita hidup di kuadran kanan, baik sebagai pemilik bisnis maupun investor, ia bisa meninggalkan kantor dengan enak karena sistem bisnis berjalan dengan sendirinya.
Seorang E bekerja, seorang S memiliki pekerjaan sendiri, seorang B memiliki sistem dan orang-orang yang bekerja, dan seorang I menjadikan uang bekerja untuk dirinya.
Dalam sebuah perkembangan negara jumlah orang yang hidup di kuadran I-IV jumlahnya harus seimbang sehingga semua orang bisa hidup, baik sebagai pekerja, profesional, pemilik bisnis maupun investor.
Di Indonesia, kebanyakan orang mau hidup di kuadran I, sementara di kuadran III dan IV sangat sedikit, itulah sebabnya pengangguran ada dimana mana. Berbahagialah anda yang kini sudah hidup di kuadran III (sebagai business owner) dan IV (sebagai investor).

Copas : http://komunitaswirausaha.net/2010/04/memahami-%E2%80%9Cthe-cashflow-quadrant%E2%80%9D-karya-robert-kiyosaki/

Minggu, 11 Maret 2012

Money Management


       Copas dari salah satu forum, yang menurut saya cukup menarik hasil karya dari Mas Indrafx Scalping yang mungkin bisa di jadikan suatu strategi dalam memulai Trading forex, yang intinya adalah Money Management ( MM ), kalau di lihat cukup sederhana tapi sangat sulit untuk melaksanakannya krn kembali lagi ke sifat dasar manusia yg tdk pernah puas, ingin lebih dan lebih lagi sampai terperosok dan mencoba balas dendam dengan hal yg sama hingga terperosok lagi. Trimakasih Buat Mas Indrafx Scalping, walaupun saya belum mengenal anda tapi saya salut dgn hasil karya n dedikasi anda buat teman2 yg ingin belajar Forex.