Senin, 29 Agustus 2016

SEKEDAR RENUGAN UNTUK TRADER

1. SUDAH BERAPA LAMAKAH ANDA MENJADI TRADER .....?

2. KENAPA ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MENG " INVESTASIKAN " UANG ANDA YANG TENTUNYA SUDAH ANDA CARI DENGAN SUSAH PAYAH DAN KERINGAT ......? 


3. TEKNIK DAN PENGETAHUAN APA YANG SUDAH ANDA KUASAI SEHINGGA ANDA BERANI BER " INVESTASI " DI SEKTOR INI......? 


4. SEJAUH APA ANDA SUDAH MENGETAHUI RESIKONYA.....? 


5. BERAPA % KEYAKINAN ANDA BAHWA ANDA AKAN BISA PROFIT .....? 


6. TAHUKAH ANDA BERAPA MODAL MINIMAL UNTUK TRADING........? 


7. SUDAHKAH ANDA MEMPUNYAI MODAL MINIMAL UNTUK TRADING....? 


8. SEPERTI HALNYA ANDA INGIN BUKA WARUNG , TENTUNYA BESARNYA WARUNG HARUS DISESUAIKAN DENGAN KEMAMPUAN UANG ANDA DAN ANDAPUN HARUS MENCADANGKAN SEJUMLAH UANG LAGI KALAU KALAU WARUNG ANDA SEPI DAN HARUS MEMBAYAR PENGELUARAN RUTIN SEPERTI GAJI KARYAWAN , LISTRIK , PAJAK , DLL , 


9. BER " INVESTASI DI "TRADING " PUN HAMPIR SAMA DENGAN MEMBUKA USAHA BARU , DIMANA ANDA HARUS MEMPERHITUNGKAN BAHWA DENGAN " MODAL KECIL " ANDA JUGA HARUS MULAI DENGAN MEMBUKA OP DENGAN JUMLAH KECIL , SELAIN ITU ANDA JUGA HARUS MEMPERHITUNGKAN KEMUNGKINAN TERBURUK YAITU OP ANDA TIDAK SEGERA NAIK / TURUN , SEHINGGA ANDA HARUS MEMBAYAR SWAP , MEMBAYAR KOMISI , MENUNGGU DSB , PERSIS SAMA DENGAN WARUNG TADI , DIMANA PADA SAAT WARUNG SEPI PUN ANDA HARUS MEMBAYAR GAJI PEGAWAI , PAJAK ,LISTRIK DLL. 


10. ATAS DASAR APA ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MENJADIKAN TRADER SEBAGAI PROFESI ANDA .......? 


11. APA SAJA YANG SUDAH ANDA KETAHUI TENTANG TRADING , BROKER , BIG BOYS / BIG GUYS / BANDAR DAN SEGALA KETERKAITANNYA.......? 


12. TAHUKAH ANDA BAHWA PADA SAAT PERTAMA ANDA BELAJAR TRADING PASTI ANDA AKAN BELAJAR TECHNICAL SEPERTI MEMBACA CHART , GRAFIK DSB YANG SELALU DIADAKAN SEMINAR GRATIS DIMANA MANA . 


13 . BERAPAKAH JENIS TECHNICAL ANALISYS YANG SUDAH ANDA KUASAI ....? 


14. APAKAH ANDA SUDAH MENGENAL SEMUA HAL YANG BERKAITAN DENGAN TECHNICAL ANALISYS BESERTA KETERKAITANNYA DIMULAI DARI YANG PALING SEDERHANA MISALNYA : 


- M 1 , M 5 , H 1 , H 4 

- BAR CHART , LINE CHART , CANDLESTICK ,
- PIVOT
- MA ( MOVING AVERAGE )
- MACD ( MOVING AVERAGE CONVERGENCE DIVERGENCE )
- PARABOLIC SAR
- STOCHASTIC OSCILATOR
- RSI ( RELATIVE STRENGTH INDEX )
- BB ( BOLLINGER BAND ) DLL BESERTA KAITANNYA ANTARA SATU DENGAN YANG LAIN ...................?

15. TAHUKAH ANDA BAHWA BIGBOYS / BIG GUYS SANGAT MENGETAHUI BAHWA HAMPIR 90 % TRADER BELUM MENGETAHUI HAL TERSEBUT .....? 


16. TAHUKAH ANDA BAHWA BIGBOYS / BIG GUYS SANGAT MENGETAHUI BAHWA HAMPIR SEMUA TRADER PEMULA SELALU MENGGUNAKAN INDICATOR - INDICATOR 

TERSEBUT DIATAS UNTUK MEMULAI TRADING ............?

17. TAHUKAH ANDA BAHWA MEREKA TAHU KUNCI DAN KELEMAHAN ANDA TERSEBUT.......? 


18. TAHUKAH ANDA BAHWA MEREKA " SANGAT BISA " MENGETAHUI ANDA SEDANG MEMPUNYAI OP BUY / OP SELL.......? DAN MEREKA JUGA SANGAT MENGETAHUI BAHWA ANDA SEDANG MEMASANG S/L DI HARGA BERAPA.....?? 


19.TAHUKAH ANDA BAHWA SEBAGIAN BESAR PERUSAHAAN BROKER ASING ITU ADALAH MILIK " MEREKA "............?. WALAUPUN HAL INI MEMANG SULIT DIBUKTIKAN KARENA SEPERTI HALNYA ANDA BISA SAJA MEMBUKA USAHA DENGAN MEMINJAM NAMA TEMAN ANDA .....!! 


20. LALU PERNAHKAH ANDA BERPIKIR SEANDAINYA ANDA MENJADI MEREKA ...? BETAPA MUDAHNYA MEREKA MENGHABISKAN UANG ANDA KARENA MEREKA TAHU PERSIS APA YANG SEDANG ANDA LAKUKAN , APALAGI ANDA SEMUANYA BERPEDOMAN DENGAN " CARA TRADING " YANG " SAMA " DAN MENGGUNAKAN "TEORY " DAN PETUNJUK YANG SAMA , YAITU INDICATOR - INDICATOR TERSEBUT , DAN SELAIN ITU MEREKA JUGA TAHU PASANGAN S/L ANDA ......? BETAPA MUDAHNYA MEREKA MEMENANGKAN PERTANDINGAN APABILA SUDAH TAHU DIMANA LETAK KELEMAHAN LAWANNYA DAN MENGETAHUI DENGAN PASTI BERAPA KEKUATAN EQUITY LAWANNYA .....!!! 


21. LALU BAGAIMANA CARA MEMENANGKAN PERTANDINGAN MELAWAN MEREKA .....?????? 


22. BERIKUT ADALAH SEDIKIT TIPS UNTUK MEMENANGKAN PERTANDINGAN 

MELAWAN MEREKA :

A. INDICATOR BUKANNYA HAL YANG TIDAK PENTING , TETAPI ANDA HARUS TAHU CARA PEMANFAATANNYA , KARENA TIDAK SEMUA INDICATOR TERSEBUT " COCOK " UNTUK TRADING , BAHKAN SEBAGIAN BESAR HANYALAH " PENCATAT " ALIAS JURU TULIS TENTANG APA YANG SUDAH TERJADI DAN TIDAK BISA MERAMALKAN APA YANG AKAN TERJADI . 


B. SEBAGIAN BESAR INDICATOR TERSEBUT LEBIH COCOK DIGUNAKAN UNTUK ILMU ILMU YANG LAIN SEPERTI : 

- MENGHITUNG DAN MEMPERKIRAKAN PERTAMBAHAN PENDUDUK .
- MENGHITUNG DAN MERAMALKAN CUACA DAN MEMPREDIKSI AKTIVITAS GUNUNG BERAPI .
- MEMPERKIRAKAN PERTUMBUHAN INFLASI.
- MEMPERKIRAKAN OMSET / LABA PERUSAHAAN DLL.

C. TETAPI ADA HAL YANG PENTING YANG BISA ANDA DAPATKAN JUGA DARI INDICATOR TERSEBUT YAITU : 


- MOVING AVERAGE RANGE . 


- VOLUME TRANSAKSI ( INI SANGAT PENTING SEKALI ) KARENA KALAU HARGA NAIK TETAPI VOLUME TRANSAKSI " KECIL " MAKA BISA DIKATAKAN KENAIKAN HARGA ITU " SEMU " DAN SANGAT MUNGKIN BIG BOYS YANG SEDANG " MENGGORENG " / MEMAINKAN HARGA TERSEBUT , HAL INI PASTI SDH SANGAT SERING ANDA MELIHATNYA SENDIRI , MISALNYA : SAAT MARKET MAU TUTUP ATAU MARKET BARU AKAN BUKA PAGI HARI DI SESI PASAR " ASIA " DIMANA JML TRANSAKSI DI ASIA JAUH LEBIH KECIL DARI PASAR EROPA MAUPUN AMERIKA , SEHINGGA AKAN SANGAT MUDAH BAGI BIG BOYS UNTUK MEMANFAATKAN WAKTU TERSEBUT UNTUK MENAIKKAN HARGA DAHULU , UNTUK MEMANCING TRADER ASIA AGAR SUPAYA TERTARIK UNTUK OP BUY KARENA DENGAN DINAIKAN HARGANYA OLEH BIG BOYS TERSEBUT MAKA SECARA OTOMATIS AKAN " TERBENTUK " GRAFIK / INDICATOR ......, YANG TENTUNYA LANGSUNG DI " RESPON " OLEH PARA TRADER UNTUK MELAKUKAN OP BUY ......, DAN JUGA MEMASANG S/L .........!! 


- TAHUKAH ANDA BAHWA MEMANG " ITULAH " YANG DIINGINKAN " MEREKA "....?? 


- DAN TAHUKAH ANDA BAHWA ITU UMPAN YANG SEBENARNYA HARUS ANDA LIHAT DAN PERHATIKAN DAHULU DENGAN SEKSAMA SEBELUM ANDA MEMAKAN UMPAN TERSEBUT ..................?? 


- SUDAH BERAPA KALIKAH ANDA TERPANCING DENGAN UMPAN TERSEBUT DENGAN MENGGUNAKAN THEORY OPEN GAP YANG SENGAJA DICIPTAKAN MEREKA UNTUK " MENGHAJAR ANDA ".......?? 


-BERHATI HATILAH UNTUK MENGAMBIL OP DI PAGI HARI , KARENA INDICATOR YANG TERBENTUK TERLIHAT SEKALI ITU ADALAH INDICATOR " PANCINGAN " KARENA TIDAK DI DUKUNG OLEH VOLUME YANG BESAR DAN KONSTAN. 


- KALAU INDICATOR MENUNJUKKAN ADANYA VOLUME TRANSAKSI YANG BESAR DAN KONSTAN UNTUK BUY DAN SELL NYA DAN BESARNYA VOLUME TRANSAKSI BESAR , MAKA KALAU HARGA NAIK ITU " MASIH BISA ANDA PERCAYA DAN ANDA GUNAKAN " 


- NAMUN DEMIKIAN ANDA JUGA SEBAIKNYA PUNYA AKSES KE PASAR ASIA , PASAR EROPA DAN AMERIKA MENGENAI JUMLAH VOLUME TRANSAKSI YANG SEBENARNYA , DAN BUKAN VOLUME TRANSAKSI BERDASARKAN INDICATOR SAJA. 


- D. JANGAN MELAKUKAN TRADING UNTUK FOREX , GOLD DAN COMMODITI LAINNYA DI PAGI HARI , KARENA BANYAK SEKALI TERJADI PEMBALIKAN ARAH PADA SIANG MAUPUN MALAM HARI . 


- E. KALAU ANDA SEORANG INTRADAY TRADER MAKA ANDA HARUS DISIPLIN , KALAU MEMANG ANDA LOSS ANDA HARUS BERANI CUT LOSS DAN KALAU ANDA SUDAH UNTUNG JUGA BERANI T/P DENGAN PERBANDINGAN TERTENTU , MISAL T/P KALAU SUDAH PROFIT 100 PIPS DAN CUT LOSS APABILA SUDAH MINUS 30 PIPS DAN DALAM HAL INI ANDA TIDAK PERLU MEMASANG S/L , BUY LIMIT DSB , 

KARENA ITU ITU AKAN TERBACA OLEH " MEREKA "

F. SELAIN HAL TERSEBUT KALAU ANDA SEORANG DAY TRADER , MAKA ANDA HARUS BAN BAGI YANG LANGSUNG ENAR BENAR BISA MEMANFAATKAN INDICATOR DAN BENAR BENAR BISA DAN TAHU CARA " PENGGUNAAN INDICATOR " DENGAN BAIK , TIDAK HANYA ASAL TAHU SAJA / IKUT IKUTAN , DAN ANDA HARUS TAHU BAHWA BERMAIN DAY TRADER ANDA HARUS BERMAIN PADA SAAT " TIDAK ADA DATA PENTING " YANG AKAN KELUAR , KALAU AKAN ADA DATA PENTING SEBAIKNYA ANDA JUSTRU MENUNGGU DATA TERSEBUT KELUAR DAHULU , DAN SETELAH DATA KELUAR ANDA JUGA HARUS SEDIKIT BERHENTI DAN MENUNGGU REAKSI PASAR YANG SEBENARNYA , DAN JANGAN LANGSUNG MENGAMBIL OP , KARENA ITULAH KELEMAHAN TRADER YANG SANGAT " DIKETAHUI " OLEH PARA BIG BOYS , PARA TRADER SENGAJA DIBERI JADWAL KAPAN DATA AKAN KELUAR DAN MEREKA SANGAT TAHU REAKSI TRADER AKAN SEPERTI APA , DAN BAGI TRADER YANG LANGSUNG " JUMP IN " LANGSUNG MASUK APALAGI MEMASANG S/L , MAKA MEREKA AKAN MEMBALIKKAN ARAH TERLEBIH DAHULU UNTUK SEMENTARA DAN MENJEMPUT S/L ANDA , DAN BARU MELANJUTKAN PERJALANANNYA. 


G. PELAJARILAH ILMU FUNDAMENTAL , YANG SANGAT PENTING SEKALI UNTUK DIKETAHUI , KARENA DENGAN MENGUASAI ILMU FUNDAMENTAL , MAKA ANDA AKAN BISA TAHU BANYAK HAL PENTING DIANTARANYA : 


- KORELASI HUBUNGAN ANTARA FOREX , INDEXS DAN COMMODITIES 

- KENAPA INFLASI NAIK .....?
- KENAPA KALAU SUKU BUNGA DINAIKKAN MAKA MATA UANG AKAN MENGUAT ..?
- KENAPA KALAU DATA PMI JELEK HARGA KOMODITI PASTI TURUN..?
- KENAPA KALAU INDEXS DOWJONES TURUN TAJAM ,PASTI USD MENGUAT..?
- KENAPA NEGARA HARUS MENAIKKAN SUKU BUNGA ..?
- KENAPA NILAI MATA UANG BISA TURUN KARENA FAKTOR POLITIK..?
- APA SASARAN DAN KEBIJAKAN APA KIRA KIRA YANG AKAN DIKELUARKAN OLEH SUATU NEGARA DALAM MENGATASI HAL TERTENTU....?
- APA PENGARUH KEBIJAKAN ITU NANTINYA TERHADAP PERGERAKAN FOREX.
- DATA DATA APA YANG PALING PENTING DAN YANG TIDAK TERLALU PENTING ?
- APAKAH PENGARUH DATA SEPERTI PMI . ISM , CONCUMER CONFIDENT DLL..?
- LEBIH PENTING MANAKAH DIANTARA DATA DATA TERSEBUT ....?
- APA PENGARUH DATA PENGANGURAN TERHADAP PERGERAKAN HARGA KOMODITI DAN PERGERAKAN FOREX DAN INDEXS.....?
- KENAPA SETIAP YEN MENGUAT TAJAM INDEXS NIKKEI SELALU TURUN....?
- KENAPA KALAU DATA INFLASI CHINA TINGGI SELALU INDEXS SHANGHAI DAN HANGSENG TURUN.........?
- KENAPA SETIAP CHINA MENAIKKAN SUKU BUNGA HAMPIR PASTI HARGA KOMODITI PASTI TURUN ....?
- KENAPA KALAU INFLASI TINGGI MAKA HARGA GOLD PASTI NAIK....?

HAL HAL TERSEBUT DIATAS ADALAH HAL HAL YANG DISEBUT PENGETAHUAN ATAU FUNDAMENTAL ANALISYS , YANG SANGAT PENTING ANDA KETAHUI JUGA SELAIN MENGETAHUI CARA MEMBACA DAN MENGGUNAKAN INDICATOR , 

PERLU DI " CATAT " BAHWA HAL HAL YANG BERSIFAT " FUNDAMENTAL " TIDAK BISA BERUBAH DALAM WAKTU SINGKAT , KARENA ITU MEMANG BERSIFAT FUNDAMENTAL DAN MEMANG SUDAH MENJADI SEMACAM HUKUM EKONOMI YANG BAKU SEHINGGA TIDAK BISA DIRUBAH .

H. OLEH KARENA ITU KAMI SANGAT MENYARANKAN UNTUK TEMAN TEMAN TRADER TERCINTA DI SELURUH ANTERO NUSANTARA , UNTUK MAU BELAJAR DAN TERUS MENIMBA ILMU KALAU MEMANG ANDA AKAN MENJADIKAN " TRADING FOR LIVING " DAN BUKAN " TRADING FOR GAMBLING " 


Demikian sekedar ulasan sederhana dari kami ........, semoga bisa bermanfaat. 


Salam Profit .................. 


Moga bermafaat..

http://antchafx.blogspot.co.id/2012/03/sekedar-renugan-untuk-trader.html

Sabtu, 27 Agustus 2016

LEVERAGE DAN MARGIN

Apa itu Leverage?
Leverage adalah pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana trader memiliki daya beli yang lebih besar. Leverage dinotifikasikan sebagai rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau ada dana $100 di leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan setara $10.000. Jika leverage 1:500, maka dana $100 tadi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi setara $50.000 atau 500x lipat lebih besar dari nominal dana itu sendiri.

Apa itu Margin?
Margin merupakan jaminan yang diberikan kepada broker setiap kali membuka posisi. Besar kecilnya margin dipengaruhi oleh leverage dan besarnya volume trading (lot) yang dibuka oleh trader. Rumus perhitungan margin adalah : Leverage x Volume (Lot) x Contract Size.

ILUSTRASI
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita simak ilustrasi di bawah ini. Broker yang diambil sebagai contoh adalah FXOpen, yang memiliki contract size 1 lot = $100.000 dan fasilitas leverage hingga 1:500.


Contract Size
Untuk contract size, harus dikonversikan ke USD. Pair yang berawalan dengan USD/xxx seperti USD/JPY, USD/CHF, USD/CAD, dsb memiliki contract size 1 lot = $100.000 (sudah dalam $, tidak perlu dikonversi). Sedangkan yang berawalan dengan mata uang non USD, misal EUR/USD memiliki kontrak size 1 lot = EUR 100.000 yang artinya setara dengan( EUR 100.000 x 1,435 ) USD atau $143.500 pada saat kurs EUR/USD 1,435. Berarti, jika EUR/USD naik menjadi 1,45 maka contract size akan berubah lagi.

Leverage 1:1 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/1) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $143.500 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $143.500 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:1

Leverage 1:100 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan =(1/100) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $1.435 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $1.435 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:100

Leverage 1:500 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $287 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $287 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:500

Leverage 1:500 – 0,1 lot EUR/USD di harga 1,4350
Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $28,7 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $28,7 untuk bisa membuka posisi 0,1 lot EUR/USD di leverage 1:500

Leverage 1:500 – 1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)
Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x ($100.000) = $200 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $200 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500

Leverage 1:500 – 0,1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)
Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x ($100.000) = $20 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $20 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500
Kesalahan Persepsi
Seringkali terdapat kesalahan persepsi bahwa profit dan loss, atau nilai per pip antara 1:1 dan 1:500 berbeda. Pandangan ini tidaklah benar, kita ambil contoh di FXOpen, 1 lot pada 1:1 bernilai $10/pip maka di 1:500 pun 1 lot akan bernilai $10/pip. Yang berbeda akibat leverage hanya besaran margin, sehingga mempengaruhi besarnya lot maksimal yang bisa dibuka. Misal Anda memiliki dana di $1000, maka di 1:500 bisa membuka hingga 5 lot USD/JPY sedangkan di 1:100 hanya bisa membuka 1 lot USD/JPY saja.

PERINGATAN
Leverage menguntungkan di satu sisi, karena akan memberikan keuntungan yang lebih besar dan mengijinkan kita bermain forex dengan modal yang lebih kecil. Namun di sisi lain, dengan leverage 1:500 kita bisa membuka posisi yang jauh dari kemampuan dana kita. Oleh karena itu, bijaksanalah dengan leverage dan margin Anda, karena kerugian yang diderita bisa lebih besar dari kemampuan kita, akibat kurangnya pemahaman terhadap resiko dari leverage dan margin ini.

http://antchafx.blogspot.co.id/2012/03/leverage-dan-margin.html

Selasa, 07 Oktober 2014

Jenis Kayu

Sifat dan Kegunaan 120 Jenis Kayu Perdagangan Indonesia

image
SIFAT DAN KEGUNAAN 120 JENIS KAYU PERDAGANGAN INDONESIA
PENGANTAR
Sumber Data dan Informasi yang tertuang dalam tulisan ini diambil dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Bogor.
PENGERTIAN
Pengawetan adalah daya tahan kayu terhadap serangan hama yaitu serangga dan jamur.
Kekuatan adalah daya tahan kayu terhadap kekuatan mekanis dari luar, antara lain : daya dukung, daya tarik, daya tahan dan sebagainya.
Kelas Awet adalah tingkat kekuatan alami sesuatu jenis kayu terhadap serangan hama dinyatakan dalam kelas awet I, II, III. Makin besar angka kelasnya makin rendah keawetannya.
Kelas Kuat adalah tingkat ketahanan alami suatu jenis kayu terhadap kekuatan mekanis (beban) dinyatakan dalam Kelas Kuat I, II, III, IV dan V. Makin besar angka kelasnya makin rendah kekuatannya.
KEGUNAAN
Artinya angka kegunaan pada lajur 7 adalah sebagai berikut :
1. Bangunan
2. Kayu lapis
3. Mebel
4. Lantai
5. Papan dinding
6. Bantalan
7. Rangka pintu dan jendela
8. Bahan pembungkus
9. Alat olah raga dan musik
10. Tiang listrik dan telepon
11. Perkapalan
12. Patung, ukiran & kerajinan tangan
13. Finir mewah
14. Korek api
15. Pulp
16. Alat gambar
17. Potlot / Pensil
18. Arang
19. Obat-obatan
20. Moulding
PENYEBARAN
Arti angka penyebaran dalam lajur 6 adalah sebagai berikut :
1. Sumatera
2. Jawa
3. Kalimantan
4. Sulawesi
5. Maluku
6. Nusa Tenggara
7. Irian Jaya
No. Jenis Kayu B.J. Rata2 Kelas Awet Kelas Kuat Penyebaran Kegunaan
1 2 3 4 5 6 7
1 Agathis 0,49 IV III 1,2,3,4,5,7 1,2,3,7,8,9,14,15,17
2 Anpupu 0,89 III,I II,I 5,6 1,4,5,6,10,11
3 Bakau 0,94 III I,II 1,2,3,4,5,6,7 1,15
4 Balau 0,98 I I,II 1,3,4 1,4,6,10,11
5 Balsa - V V 2 9,12
6 Bayur 0,52 IV II,III 1,2,3,4,5,6 1,2,3,7,11,12
7 Bangkirai 0,91 1,II,III I,II 3 1,2,3,4,6,11
8 Bedaru 1,84 I I 1,3 1,3,6,9,11,12
9 Belangeran 0,86 II,I,III I,II 1,3 1,3,4,6,7,11
10 Benuang 0,33 V IV,V 1,3,4,5 2,8,14,15
11 Benuang Laki 0,39 IV,V IV,V 2,3,4,5,6,7 1,2,5,8,11
12 Berumbung 0,85 II II,I 1,3 1,3,4,5,9,11,12,20
13 Bintangur 0,78 III II,III 1,2,3,4,5,6 1,2,3,4,5,6
14 Bongin 1,82 III I 1,3 1,3,4,13
15 Bugis K. 0,88 III,IV II,III 3,4,5,7 1,3,4,5,6,7,11,20
16 Bungur 0,88 II,III I,II 1,2,3,4,5,6 1,3,4,5,6,7,11
17 Cemara - II,III I,II 1,2,4,5,6,7 1,4,5,6,10,11,18
18 Cempaga 0,71 II,III II 1,2,3,4,5,6 1,2,3,4,5,6,9,10,11
19 Cempaka - II III,IV 1,2,3,4,5,7 1,2,3,4,5,7,9,12,13,16,17,20
20 Cendana 0,84 II II,I 2,6 12,19
21 Cengal 0,70 II,III II,III 1,2 1,2,3,4,5,6,7,11
22 Dahu 0,58 IV III,IV 1,2,3,4,5,7 3,4,5,13
23 Durian 0,64 IV,V II,III 1,2,3,4,5 1,2,8
24 Ebony 1,05 I I 4,5 3,12,13
25 Gadok 0,75 III,II II,III,I 1,2,4,5,6,7 1,4,5,11
26 Gelam - III II 1,2,3,4,5,6,7 1,4,5,6,10,11,18
27 Gerunggang 0,47 IV III,IV 1,3,4,5 1,2,8
28 Gia 0,91 I,IV I,II 3,4,5,7 1,4,5,6,10,11
29 Giam 0,99 I I 1,3 1,4,6,10,11
30 Gisok 0,83 II,III II,I 1,3 1,2,3,4,5,7,11
31 Gofasa 0,74 II,III II,III 4,5,7 1,3,4,5,6,7,9,11,12,18,20
32 Jabon 0,42 V III,IV 1,2,3,4,5,6 2,8,14,15
33 Jangkang 0,63 IV,V III,II 1,3,4,5,7 2,5,7,8,12,20
34 Jati 0,70 I,II II 2,4,6 1,3,4,5,6,10,11,12,13
35 Jelutung 0,40 V III,V 1,3 2,8,12,16,17,20
36 Jeungjing 0,33 IV,V IV,V 1,5 1,2,8,14,15
37 Jobar 0,84 I,II II,I 1,2 1,3,4,5,12,13,18
38 Kapuk Hutan 0,30 V IV,V 1,2,4,5,6,7 2,8,14,15,20
39 Kapur 0,81 II,III II,I 1,3 1,2,3,4,5,6,7,11
40 Kedunba 0,84 IV III 1,3 1,2,3,4,5,6,7,20
41 Kemenyan 0,57 IV,V III,II 1,2 1,2,5,8,12,14,17,20
42 Kemeri 0,31 V IV,V 1,2,4,5 2,8,14,15
43 Kempas 0,95 III,IV I,II 1,3 1,2,4,6
44 Kenanga 0,33 V IV,V 1,2.4,5,7 2,8,12,14,15,20
45 Kenari 0,55 IV III 1,2,3,4,5,6 1,2,4,5,7
46 Keruing 0,79 III I,II 1,2,3 1,2,4,5,6,11
47 Keranji 0,98 I I,II 1,2,3 1,2,4,5,6,7,11
48 Kesambi 0,01 III I 2,4,5,6 1,4,5,6,11,18
49 Ketapang - III,IV II,III 1,2,3,4,5,6,7 1,2,3,4,5,7,8,11,14,20
50 Kolaka 0,96 III I 1,2,3,4,5,6,7 1,4,5,6,11
51 Kuku 0,87 II I 1,3,4,5,7 3,4,5,11,13
52 Kulim 0,94 I,II I 1,3 1,2,4,6,10,11
53 Kupang - II,IV II,III 1,2,3,4,5 1,2,3,4,5,7,11,13,20
54 Lara 1,15 I I 4,5 1,4,6,10,11
55 Lasi 0,01 II II 4,5 1,3,4,5,12,13
56 Leda 0,57 IV,V,II II,IV 4,5 1,2,5,7,8,10,11,20
57 Mahang - IV,V II,IV 1,2,3 1,2,5,7,8,14,15,20
58 Mahoni 0,64 III II,III 2 1,2,3,4,5,7,11,12
59 Malas K. 1,04 II,III I 1,3 1,4,5,6,11,18
60 Matoa 0,77 III,IV II,I,III 1,2,4,5,6,7 1,3,4,7,11
61 Medang - III,IV II,V 1,2,3,4,5,6,7 1,2,3,4,5,7,8,11,12,20
62 Melur 0,52 IV II,IV 1,2,3,4,5,5,7 1,2,3,4,5,7,9,16,17
63 Membacang - II,V II,III 1,2,3,4,5,5,7 2,5,8,12,14,20
64 Mendarahan - V II,IV 1,2,3 2,5,7,8,20
65 Menjalin - V I,III 1,2,3 1,2,5
66 Mensira G. 0,61 V II,III 1,2,4,5,6,7 1,2,5,7,20
67 Mentibu 0,53 IV,V III 1,3 1,2,7,8
68 Merambung 0,38 V IV,V 1,2,3,4,5,6,7 2,8,14,15
69 Meranti M. 0,55 III,IV II,IV 1,3,4,5 1,2,3,4,5,8,15
70 Meranti P. 0,54 III,IV II,IV 1,3,4,5 1,2,3,4,5,8,15
71 Merawan 0,70 II,III II,III 1,3 1,2,3,4,5,6,7,9,11
72 Merbau 0,88 I,II I,II 1,2,3,4,5,6,7 1,4,5,6,10,11
73 Merpayang 0,65 V II,III 1,3 1,2,3,5,7,8,11,20
74 Mersawa 0,46 IV II,III 1,3 1,2,4,5,11
75 Nyatoh 0,67 II,III II,I,II 1,2,3,4,5,7 1,2,4,5,7,9,11
76 Nyirih - II,III II 1,2,3,4,5,6,7 1,2,3,4,5,6,7,11,13,18,20
77 Pasang - II,IV I,III 1,2,3,4,5,6,7 1,2,3,4,5,6,11,13,18
78 Patin K. 0,92 I I,II 1 1,2,3,4,5,6,7,11,12
79 Pelawan - I,II I 1,3 1,4,6,10,11,18
80 Perepat Darat 0,76 III II 1,3 1,3,4,5,11
81 Perepat Laut 0,78 II,III II,I 1,2,3,4,5,6,7 1,4,5,7,11
82 Perupuk 0,56 IV,V II,III 1,3,4 1,2,3,8,14,15
83 Petaling 0,91 I,II I,II 1,3 1,4,5,6,9,10,11
84 Petanang 0,75 III II 1 1,4,5,6,11
85 Pilang 0,79 III II 2,6 1,2,3,4,5
86 Pimping - III,IV I,II 1,2,3,4,5,6,7 1,2,5,6,8,11,14,20
87 Pinang K. 0,66 III,IV II,III 1,3 1,2,3,4,5,7,11,20
88 Pulai 0,46 III,V IV,V 1,2,3,4,5,6,7 2,8,12,14,15,16,20
89 Punak 0,76 III,IV II 1,3 1,2,3,4,5,7,11,20
90 Puspa - III II 1,2,3 1,2,4,5,10,11,18
91 Putat - II,III I,II 1,2,3,4,5,6,7 1,3,4,5,6,7,11,18
92 Ramin 0,63 IV II,III 1,3 1,2,3,4,5,7,20
93 Rasamala 0,81 II,III II 1,2 1,4,5,7,10,11
94 Rengas 0,69 II II 1,2,3 3,4,5,6,12,13
95 Resak 0,70 III II 1,3,5,7 1,2,4,6,7,11
96 Salimuli 0,64 I,II II,III 2,5,6 3,4,9,12
97 Sampang - V III,IV 1,2,3 2,5,7,8,12,14,15,20
98 Saninten 0,76 III II 1,2 1,4,5,7
99 Sawokecik 1,03 I I 1,2,4,5,6 3,4,5,9,12,13,20
100 Sendok-sendok 0,45 V III,II 1,3,5,7 2,5,8,12,14,15,20
101 Simpur - III,V I,III 1,2,3,4 1,2,3,4,5,11,18
102 Sindur - II,V II,III 1,3,4,5 1,2,3,4,5,7,11
103 Sonokeling 0,90 I II 2 3,4,5,9,12,13
104 Sonokembang 0,65 II,I,II II,I,II 1,2,4,5,6 1,3,4,5,12,13
105 Sungkai 0,63 III II,III 1,2,3 1,3,4,5,12,13
106 Surian - III,V III,IV 1,2,3,4,5,6,7 1,2,3,5,7,8,11,12
107 Surianbawang 0,60 II,IV II,III 1,3,5,7 1,2,3,4,5,7,11,20
108 Tanjung 1,08 I,II I 1,2,4,5,6 1,2,3,4,5,7,11
109 Tembesu 0,81 I II 1,2,3 1,4,5,6,10,11
110 Tempimis 1,01 I I 1,4 1,4,5,6,7,9,11
111 Tepis - IV,V II,IV 1,3 1,2,3,5,7,14,20
112 Teraling 0,75 II,IV II 1,2,4 1,2,3,4,5,7,9
113 Terap 0,44 III,V III,V 1,2,3,4,5,6,7 1,2,5,8,11
114 Terentang 0,40 IV III,IV 1,3 2,8,14,15
115 Trembesi 0,61 IV III 1,2,4,5,6 1,2,3,4,5,7,11,12,13
116 Tualang 0,83 III,IV II,I,II 1,3,4 1,2,3,4,5,7,11
117 Tusam 0,55 IV III 1,2,4,6 1,2,8,14,15,16,17
118 Ulin 1,04 I I 1,3 1,4,6,10,11
119 Walikukun 0,98 II I 2,6 1,4,5,6,9,10,11,18
120 Weru 0,77 II II,I 1,2,6 1,3,4,5,13
Sumber : Departemen Kehutanan Republik Indonesia – http://www.dephut.go.id

PEDOMAN BUDIDAYA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus)

Oleh : Jumali, SP.
Penyuluh Kehutanan Kab. Sleman

 

 

I.    Pendahuluan

Tanaman  durian  merupakan  tanaman  buah  berupa  pohon. Tanaman durian semula berupa tanaman liar yang berasal dari hutan Malaysia,Sumatra, dan Kalimantan. Buah durian sangat digemari hampir semua orang dan sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad VII Masehi. Buah durian  rasanya manis,  harum  dengan  warna  dagingnya putih  sampai kekuningan dan banyak mengandung kalori, vitamin, lemak dan protein. Di Thailand budidaya tanaman durian sudah dilakukan secara intensif dalam kawasan berbentuk kebun yang cukup luas, sedang di Indonesia pada umumnya masih berupa tanaman yang di tanam di pekarangan. Manfaat tanaman durian selain diambil buahnya, pohonnya dapat dipakai sebagai pencegah erosi di lahan yang miring, batangnya dapat digunakan sebagai  bahan tinggi,  sehingga bangunan,  bijinya  mempunyai  kandungan  pati  cukup dapat  dipakai  sebagai  alternatif  pengganti  makanan, kulitnya dapat dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus.

II.    Syarat Tumbuh

a.    Iklim.
Durian tumbuh dengan baik di daerah tropika basah dengan curah hujan > 2.000 mm/tahun dan tersebar merata sepanjang tahun dengan lama bulan basah 9-10 bulan/tahun dan 1-2 bulan kering  sebelum berbunga. Intensitas cahaya 40-50%, dengan suhu 22-30ÂșC.
b.    Ketinggian Tempat.
Ketinggian tempat yang baik antara 100-500 M dpl, jika ditanam pada daerah yang lebih tinggi akan menurunkan mutunya.
c.    Tanah.
  1. Tanaman durian akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5-7 dan optimum pada pH 6-6,5.
  2. Kondisi drainase lahan harus baik, dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm dan 150-200 cm, karena akar durian sangat peka (busuk)  bila terendam air.
  3. Tanah grumosol dan andosol cocok untuk tanaman durian.
  4. Tanah subur dan kaya kandungan bahan organik.


III.    Budidaya

a.    Pengolahan lahan.
  1. Lahan dibersihkan dari rerumputan, sisa tebangan, tanaman liar, kemudian dibajak/dicangkul
  2. Di sekitar kebun perlu dibuat saluran drainase guna menghindari adanya genangan.
  3. Kegiatan pengolahan lahan dilakukan sebelum musim hujan.
b.    Penanaman.
  1. Jarak tanam 10 x 10 M untuk jenis durian genjah, dan 12 x 12 M untuk jenis durian sedang dan dalam.
  2. Lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau  disesuaikan  dengan  jenis  tanah  dan  kondisi  lahan,  tanah galian bagian atas (20 cm) dipisahkan dengan tanah galian bagian bawah dan dibiarkan selama 2-3 minggu.
  3. Lubang  tanam  ditutup  kembali,  dengan  tanah  galian  atas  lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur dengan pupuk organik/pupuk kompos sebanyak +  30 kg/lubang.
  4. Penanaman dilakukan awal musim hujan pada sore hari agar bibit yang sudah ditanam tidak langsung terkena matahari.
  5. Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat pada batang kayu/bambu agar tanaman dapat tumbuh tegak lurus.
  6. Bibit    yang sudah ditanam sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sengatan matahari curah hujan yang lebat. Naungan dapat dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan.
  7. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, agar kelembaban tanah dapat stabil.
c.    Pemeliharaan.
  1. Penyiangan, dilakukan   untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman (1 m dari batang pohon) yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman.
  2. Penyiraman, hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Tahap  awal  pertumbuhan  penyiraman  dilakukan  setiap  hari pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah).
  2. Kebutuhan air pada masa vegetatif 4-5 L/hari dan pada masa produktif 10-12 L/hari.
  3. Setelah  tanaman  berumur  satu  bulan  penyiraman  dilakukan 3x/minggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kalau kekurangan air dapat mengakibatkan kerontokan buah.
  4. Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen karena diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal kembali.
     3.  Pemupukan   pada   tanaman   yang   belum   berbuah, dilakukan dengan dosis sbb:
     a.  Pemupukan  NPK  (15:15:15)  dilakukan  2  kali/tahun,  dengan dosis sbb:
  1. Tanaman  umur  1  tahun,  dosis  pupuk  NPK  40  -  80  gr/pohon/tahun.
  2. Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 - 300 gr/pohon/tahun.
  3. Tanaman umur 3 - 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 - 600 gr/pohon/tahun.
     b.  Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.
    4.   Pemupukan  pada  tanaman  yang  sudah  menghasilkan/berbuah, dengan dosis/pohon sbb :
  1. Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr
  2. Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr
  3. Dua bln setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr
  4. Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr
  5. Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr,  KCl 150gr.
   5. Cara memupuk, dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan    dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan.  Apabila  tanah  dalam  keadaan  kering segera lakukan penyiraman.
     6.  Pemangkasan akar.
  1. Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman  sampai  40%  selama    1  musim.  Selama  itu  pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah,  buah lebih keras dan lebih tahan lama.
  2. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil
  3. tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari panen berkurang dan pertumbuhan terhambat.
  4. Cara pemotongan: kedua sisi barisan pangkal batang.
     7.  Pemangkasan bentuk, dilakukan dengan :
  1. Tanaman sudah berumur 1 tahun.
  2. Pelihara satu batang utama, potong calon cabang primer yang tidak diinginkan (cabang dengan pertumbuhan terlalu panjang, tidak normal atau terserang hama & penyakit), cabang-cabang primer terpilih diatur jaraknya sekitar 40-60 cm.
  3. Pertumbuhan    cabang    diarahkan    supaya    mendatar    atau membentuk sudut sekitar 90 derajat dengan batang utama, dengan mengikat pucuk cabang dengan tali yang diberi pemberat.
  4. Tunas-tunas    liar    yang    tumbuh    di    cabang    terpilih    harus dipangkas dan sisakan 1-2 cm dari pangkal cabang.
  5. Tinggi  tanaman  dipertahankan  sekitar  4  m  dari  permukaan tanah dan cabang terendah berjarak 0,7-1 m dari permukaan tanah.
  6. Oleskan  pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida
     8.  Pemangkasan pemeliharaan, dilakukan dengan :
  1. Tanaman sudah mulai berproduksi pertama
  2. Memangkas cabang bersudut kecil, cabang dan ranting yang terserang hama & penyakit. Pemangkasan ranting pada cabang besar/produktif dibersihkan dengan menyisakan 1/3 bagian ujung
  3. Memangkas cabang/tunas liar yang tumbuh    tidak    pada tempatnya
  4. Memangkas dahan dan ranting yang rapat, bersilangan atau tersembunyi/terlindung
  5. Memangkas dahan dan rantingyang lemah serta tajuk bagian atas yakni turun 1 ruas pada ujung ranting (terminal)
  6. Memangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk atau ke arah bawah
  7. Pertahankan ketinggian optimal 3-4 m atau 5-6 m
  8. Oleskan pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida
     9.  Penyerbukaan buatan, dilakukan dengan :
  1. Mengumpulkan serbuk sari dalam kantong plastic bersih dengan menggoyang-goyangkan bunga atau disapu dengan kuas halus
  2. Melakukan penyerbukan buatan pada malam hari jam 19.00-21.00,  dengan  mengoleskan  serbuk  sari  ke  kepala  putik memakai kuas halus
   10.  Penjarangan buah. Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dilakukan secara :
a.    Penjarangan secara mekanis, dilakukan :
  1. Pada saat buah sebesar bola tenis dengan menyisakan tiap dompol 1-2 buah dengan bentuk normal, sehat dan bebas dari hama & penyakit,
  2. Buah  tidak  saling  bersinggungan  dengan  membuat  jarak antara dompol dalam satu cabang 20-30 cm.
b.    Penjarangan  kimiawi,  yaitu  dengan  menyemprotkan  hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga  yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya.

d.    Hama dan Penyakit.
1.    Hama
a)    Penggerek buah (Jawa : Gala-gala), bagian yang diserang buah.
Gejala, buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini
•    pengasapan   di   bawah   pohon   pada   sore   hari   untuk mengusir imago
2)    Mekanis yaitu, mengumpulkan buah yang terserang hama dan gugur untuk dimusnahkan/dikubur
3)    Biologis yaitu, menggunakan semut rang-rang untuk mengusir imago atau menggunakan musuh alami lain yaitu lalat Tachinidea (Argyroplax basifulfa), Ventura, sp.
4)    Kimiawi  yaitu,  penyemprotan  insektisida,  seperti  Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.
b)    Lebah mini, gejala, bagian yang diserang ranting dan daun.
Gejala: penggerekan ranting-ranting muda dan memakan daun- daun muda. Pengendalian yaitu,  menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40   EC   (Triazofos   420   gram/liter),   dan   insektisida,   seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).
c)    Ulat penggerek bunga.
Gejala  :  kuncup  bunga  terserang  akan  rusak  dan  putiknya banyak yang berguguran, benang sari dan tajuk bunga rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat.
Pengendalian yaitu, menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40     EC, Nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).
d)    Kutu loncat durian, bagian yang diserang daun.
Gejala : kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh  permukaan daun  sehingga mengundang  semut-semut bergerombol.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu, dilakukan sanitasi kebun terutama daun kering
2)    Mekanis  yaitu,  daun  dan  ranting-ranting  yang  terserang dipangkas dan dimusnahkan
3)    Kimiawi yaitu,   menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.
e)    Penggerek batang dan cabang.
Gejala : adanya lubang kecil bekas gerekan pada batang, dahan atau ranting dan mengeluarkan cairan dan kotoran berwarna kemerahan,  akibatnya  tanaman  kering,  daun  layu/rontok  dan mati.
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis, sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang seperti tanaman jeruk, kopi, kakao, sirsak dll.
2)    Mekanis, memotong bagian tanaman yang terserang 5 cm di bawah lubang gerek, kemudian membakarnya supaya larva mati atau memasukkan kawat ke dalam lubang gerekan sehingga larva mati karena tertusuk kawat.
3)    Biologis, menggunakan musuh alami yaitu Brazon zeuzerae (fam. Tachinidea) dan cendawan Beauveria bassiana.
4)    Kimiawi, aplikasi parafin karbolinium plantarum dengan dosis 2  cc/L  atau  menginfus  tanaman  menggunakan  insektisida sistemik melalui batang atau ujung akar.
f)    Rayap, bagian yang terserang batang.
Gejala : adanya alur atau terowongan dari tanah yang menempel di batang.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,    membersihkan kebun dari sisa bonggol kayu atau gulma dan membersihkan batang tanaman dari alur/terowongan rayap
2)    Kimiawi  yaitu, menggunakan  Furadan  disekeliling   pohon dengan dosis 30-50 gr/pohon atau aplikasi insektisida Decis 2,5 EC, Diazinon 600 EC sesuai dosis anjuran.
g)    Kumbang daun dan buah muda.
Gejala : adanya perubahan warna pada bagian yang terserang (warna perunggu) serta permukaan atas daun terdapat bercak berwarna kekuningan.
Pengendalian dilakukan dengan cara:
1)    Biologis,  menggunakan  musuh  alami  predator  dari  Fam. Coccinellidae dan Chrysophidae.
2)    Kimiawi,  aplikasi  akarisida  Antimit  570  EC  (bahan  aktif progargit) dosis 7 cc/liter.
h)    Penggerek biji.
Gejala  :  lubang  pada  kulit  buah  kemudian  masuk  ke  dalam daging buah hingga ke dalam biji.
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :
1)    Kultur   teknis   yaitu,   memusnahkan   buah   dan   biji   yang terserang
2)    Mekanis yaitu,
•    membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini
•    pengasapan   di   bawah   pohon   pada   sore   hari   untuk mengusir imago
3)    Kimiawi yaitu, penyemprotan dengan insektisida terdaftar dan berijin, dilakukan setelah tanaman selesai berbunga.
i)    Kutu dompolan, bagian yang terserang bunga dan buah.
Gejala : bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    Pemupukan dan pengairan yang seimbang, sesuai rekomendasi
•    hindarkan tanaman durian dari tanaman inang hama
2)    Mekanis  yaitu,  sanitasi  lingkungan  dengan  memusnahkan bagian tanaman yang terserang  dan membersihkan gulma di sekitar tanaman durian
3)    Biologis yaitu,
•    pemanfaatan musuh alami seperti semut hitam, cendawan parasit Empusa fresenil, atau predator Cryptolaemus montrouzieri
•    penggunaan insektisida botani seperti larutan umbi bawang putih dicampur cabai
4)    Kimiawi yaitu,
•    aplikasi  insektisida  bila  dijumpai  kerusakan  buah  20% setelah penjarangan ketiga
•    mencegah datangnya semut yang membawa kutu, dengan cara melilitkan kain, yang telah dibasahi insektisida, pada batang/cabang tanaman.
j)    Tupai, bagian yang terserang buah.
Gejala  :  bagian  permukaan  kulit  buah  rusak  sampai  bagian daging buah.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Mekanis yaitu,
•    melakukan pembersihan tanaman terutama pada bagian yang menjadi sarang tupai
•    mengusir tupai dengan cara gropyokan, perangkap,atau menembak dengan senapan angin
2)    Kimiawi yaitu, dengan umpan buah-buahan yang sudah diberi racun, seperti Klerat atau Furadan.
2.    Penyakit
a)    Phytopthora parasitica dan Pythium complectens, bagian yang terserang buah.
Gejala : daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua; cabang pohon kelihatan sakit dan ujung- ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang  di  bawahnya;  kulit  di  atas  permukaan  tanah  menjadi coklat dan membusuk; pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang; dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk
•    upayakan  drainase yang  baik  agar  tanah  tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan
2)    Mekanis yaitu, pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar.
b)    Kanker batang.
Gejala  :  kulit  batang  durian  yang  terserang  mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam  sampai ke kayu; daun-daun rontok  dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu :
a)    Perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir di permukaan tanah
b)    menanam tanaman yang tahan terhadap penyakit tersebut
c)    memangkas daun yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban kebun
d)    melakukan rotasi tanaman
e)    melakukan  pemupukan  dengan  pupuk  organik/kandang yang dicampur kapur dan mengupayakan pH tanah 6,5
2)    Mekanis yaitu,  eradikasi tanaman sakit parah/mati, kulit yang sakit dikerok/dibuang sampai bagian yang sehat kemudian dibakar. Luka kerokan dibuat oval meruncing di bagian tas dan bawah sehingga luka cepat tertutup. Luka kerokan kemudian diolesi fungisida dan ditutup dengan karbolinum
3)    Biologis    yaitu,    aplikasi    jamur    antagonis,    Trichoderma harzianum, ke permukaan tanah
4)    Kimiawi yaitu, mengkored/mengupas kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya Difolatan 4 F 3%.
c)    Jamur upas, bagian yang diserang cabang tanaman.
Gejala : pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang- benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu    dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu, memangkas bagian tanaman yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban
2)    Mekanis  yaitu,  jika  jamur  sudah  membentuk  kerak  merah jambu sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah ke bagian yang berjamur dan dimusnahkan
3)    Kimiawi,
•    Melumasi cabang yang terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM
•    menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.
d)    Busuk buah.
Gejala awal serangan terdapat bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk pada bagian yang  terserang  terbentuk  miselium  dan  sporangia  berwarna putih.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    Perbaikan drainase supaya tanah tidak terlalu basah/lembab
•    areal pertanaman dibersihkan dari tanaman inang patogen seperti pepaya, nenas, jeruk dan coklat
2)    Mekanis yaitu,
•    memangkas daun dan dahan yang kurang diperlukan untuk mengurangi kelembaban
•    pemusnahan buah yang terserang penyakit
•    menghindari buah hasil panen bersentuhan dengan tanah
•    tinggi cabang terbawah minimal 1 m.
e)    Busuk akar.
Gejala : timbulnya bercak nekrotik pada akar lateral dimulai dari bagian  ujung;  pada  tingkat  serangan  yang  tinggi,  di  atas permukaan tanah terdapat ujung cabang pohon yang mati, diikuti dengan berkembangnya dari cabang  di bawahnya,  daun  layu dan gugur.
Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu,
•    perbaikan drainase agar tanah tidak terlalu lembab/basah
•    penggunaan batang bawah yang tahan penyakit
2)    Mekanis yaitu,
•    menghindari luka mekanis pada bagian akar dan pangkal batang pada waktu pemeliharaan tanaman
•    membongkar (eradikasi) tanaman yang terserang berat dan akarnya dimusnahkan
3)    Kimiawi yaitu, menggunakan fungisida sistemik dengan cara dikocorkan atau diinfuskan ke akar
f)    Bercak daun.
Gejala  :  adanya  bercak-bercak  kecil  basah  pada  daun  yang semakin melebar, daun kemudian mengering dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara :
1)    Kultur teknis yaitu, memperlebar jarak tanam.
2)    Kimiawi yaitu, penyemprotan fungisida dan penyiraman yang teratur sejak dari pembibitan

IV.    Daftar Pustaka

Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Depatemen Pertanian, 2006. Standard Operating Procedure (SOP) Durian Sitokong, Kabupaten Kutai Kertanegara
Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2010. Standard Operating Procedure (SOP) Durian Kajang, Kabupaten Tanggamus
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2000. Tentang Budidaya Pertanian Durian (Bombaceaesp).

 Sumber : http://bp2sdmk.dephut.go.id/emagazine/index.php/teknis/21-pedoman-budidaya-tanaman-durian-durio-zibethinus.html